Buah Ajaib (Miracle Fruit)

Tanaman ini ditemukan di Ghana-Afrika barat, masih sekerabat dengan sawo manila (keluarga Sapotaceae). Merupakan buah yang paling aneh, hal tidak biasa yang terjadi adalah pada rasa setelah berry ajaib ini dikonsumsi. Ajaibnya adalah bila lemon atau makanan masam lainnya dikonsumsi setelah buah ajaib ini maka rasa masam itu akan terasa lebih manis seperti ditambahkan gula. Suatu pengalaman tak terlupakan. Hal ini terjadi karena senyawa glycoprotein rantai panjang bernama miraculin yang terdapat dalam buah ajaib ini akan melapisi penginderaan masam lidah kita, sehingga Lemon yang kita makan akan berasa seperti Lemonade atau pie Lemon atau permen Lemon. Sensasi manis ini akan bertahan selama setengah hingga beberapa jam.

 

Miracle fruit adalah tumbuhan kecil dengan pertumbuhan ranting yang sangat lambat. Untuk tumbuhan berumur 10 tahun hanya 120-150 cm. tanaman ini mulai berbuah pada tinggi sekitar 30 cm dan umur 2-3 tahun bila ditanam dari biji. Dari bunga ke buah sekitar 30-45 hari.

Jika ditanam ditanah alkaline berkapur tanaman ini akan mati, dia lebih suka ditanah yang agak asam, subur dan berdrainase baik. Biasanya dalam pot ditambahkan banyak peat (untuk menambah keasaman) dan juga perlu dijaga suplai micronutrien-nya. Tanaman ini cocok untuk tanaman outdoor amupun indoor, namun yang terbaik adalah sedikit ternaungi.

Ada 2 jenis synsepalum yang menghasilkan miracle fruits ini, yaitu Synsepalum dulcificum yang mempunyai daun lebih kecil (bentuk daun runcing), dan merupakan tanaman kecil. Synsepalum subcordatum (Miracle Fruit besar) dengan daun yang lebih lebar, dan tumbuh sebagai pohon kecil. dengan ukuran buah yang lebih besar dari s. dulcificum, dan lebih produktif teruama pada tahun-tahun pertama. Keduanya memulai pembungaan pada umur yang sama.

Iklan

Juni 25, 2008 at 11:11 am 2 komentar

Metamorfosis Xuong Com Vang

 

 
 Referensi:  Trubusid, 01 Juni 2008
Awal 2006, Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata MS-ahli buah di Bogor-meramalkan paling tidak dalam satu dasawarsa ke depan bakal ada lengkeng super di nusantara. Hanya satu tahun berselang, penerawangan itu mulai menemukan titik terang. Ditemukan pingpong berbiji kecil-sepertiga dari ukuran normal-di Taman Wisata Mekarsari, Bogor.Foto xuong com vang-kosakata Vietnam-yang dikirim oleh Reza melalui surat elektronik ke redaksi Trubusmemang luar biasa. Pingpong yang biasa dicirikan berbiji besar tampil memukau lantaran bijinya kecil. Buah didominasi oleh daging buah yang tebal.Hanya 20% bagian buah yang merupakan biji. Padahal, biji pingpong biasanya mendominasi, antara 60-70% bagian buah. Diameter biji rata-rata 0,5-0,7 mm. Bandingkan dengan biji pingpong yang biasanya sampai 1,5 cm. Ukuran buah sedikit lebih kecil dari biasanya, 10:8. Namun, lantaran bijinya sangat kecil, bagian yang bisa dimakan pun lebih banyak.Hasil seleksi

Pingpong hasil seleksi Taman Wisata Mekarsari itu kian sempurna dengan karakter buahnya yang kering dan manis. Meski tak sekering itoh, pingpong ini relatif lebih kering dibanding pingpong pada umumnya. Rasa manisnya sama persis dengan pingpong biasa.Pingpong super itu hanya ditemukan pada 2 di antara 70 pohon yang ada di sana. ‘Bibit lengkeng didapatkan dari banyak penangkar berbagai daerah, 3 tahun lalu,’ tutur Reza. Sudah 4 kali lengkeng umur 3 tahun itu dipanen. Karakter buah konsisten setiap kali panen. Lantaran bibit itu ditanam bersanding dengan bibit lengkeng lain, tak menutup kemungkinan itu hasil serbukan tepung sari dari pohon lain. Oleh karenanya, Reza akan menguji terlebih dahulu untuk memastikan karakter unggul itu benar-benar bersifat genetik, bukan pengaruh lingkungan atau fisiologis. Konsistensi buah masih harus terus diamati sampai lebih dari 7 kali panen dan diadaptasikan dalam berbagai kondisi agroklimat.

Varian pingpong daging tebal sebenarnya telah muncul di kebun Prakoso Heryono di Demak pada 2005. Bijinya lebih kecil daripada pingpong biasa. Bagusnya, pingpong yang ditanam dari bibit okulasi asal Thailand itu ukuran buahnya sama besar dengan pingpong ‘asli’. Sifatnya pun sudah stabil setiap panen, bahkan setelah diperbanyak dan ditanam di berbagai kondisi agroklimat yang berbeda.

Ada 4 varian lengkeng dari 100 bibit okulasi yang didatangkan Prakoso dari Thailand, yaitu daging tebal tapi becek, daging kering tapi tipis, daging tipis yang becek, dan daging tebal yang kering. Sifat terbaik: daging tebal dan kering, hanya dimiliki oleh 5 pohon. Akhir Maret 2008, sebanyak 30 pohon lengkeng tebal dari Demak itu Trubussaksikan berbuah lebat di kebun Ir Purwoko di Serang, Banten. Kualitas buah dari semua pohon seragam: daging tebal, kering dan manis. Nun di Jawa Timur, pekebun Imam Utomo yang juga mendapatkan 100 bibit lengkeng dari Prakoso melaporkan hal yang sama. Lengkeng serupa juga dijumpai Trubusdi kebun milik Isto Suwarno di Prambanan, Klaten. Bahkan lengkeng daging tebal dari kebun Imam Utomo dijual Rp25.000/kg di tingkat petani. Lebih mahal dibandingkan harga itoh di Jawa Tengah yang dibandrol Rp20.000/kg.

Heterozigot

Lengkeng introduksi seperti pingpong, itoh, dan diamond river memang gampang bermutasi. Musababnya, mereka memiliki tingkat heterozigot tinggi. ‘Artinya, meski biji-biji berasal dari penyerbukan sendiri, peluang untuk berubah dari sifat induknya sangat tinggi,’ kata Drs M Jawal Anwarudin Syah MS, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Pasar Minggu, Jakarta Timur.

Menurut Sobir, PhD-kepala Pusat Kajian Buah Tropika IPB-varian-varian biasanya banyak muncul dari lengkeng yang bibitnya berasal dari biji. ‘Bibit lengkeng introduksi didatangkan dalam jumlah terbatas. Makanya banyak yang menanam dari biji, bukan grafting atau okulasi,’ tutur Sobir saat ditemui di kantornya di Bogor. Perbanyakan dengan grafting pun bisa mengalami mutasi meski kemungkinannya sangat kecil. ‘Varian yang muncul dari perbanyakan vegetatif itu disebut pointmutasi, artinya bagian tunas mengalami mutasi, tapi peluangnya kecil,’ kata Jawal.

Reza menambahkan, perubahan sifat pada buah juga bisa disebabkan banyak hal seperti kondisi lingkungan dan batang bawah yang digunakan. Namun sifat-sifat itu bukan mutasi karena tidak berubah secara genetik. Buah di daerah panas cenderung menghasilkan daging buah lebih kering daripada di daerah lembap. Pengaruh batang bawah terlihat nyata pada kasus sambung jeruk lemon tea. Bila jeruk lemon tea yang tidak berbiji disambung dengan batang bawah bisa menghasilkan buah yang berbiji. Perlakuan pun bisa mengubah penampilan buah, bahkan sifat buah secara fisiologis. Reza mencontohkan penyemprotan giberelic aciddapat menghilangkan biji anggur. Contoh lain, penyemprotan hormon auksin membuat jambu biji menjadi tak berbiji.

Biji yang sedang tumbuh merupakan sumber hormon untuk pertumbuhan buah. Makanya jika ditambahkan hormon dari luar, biji tak harus tumbuh untuk memenuhi kebutuhan buah yang sedang berkembang. ‘Bukan mustahil jika perlakuan semacam itu bisa memperkecil biji lengkeng, bahkan membuatnya tanpa biji,’ kata Reza. (Nesia Artdiyasa)

Juni 20, 2008 at 5:00 pm Tinggalkan komentar

Mikoriza (mycorrhiza)

 

Istilah mikoriza (mycorrhiza) dikemukakan pertama kali oleh A.B. Frank pada tahun

1885. Mikoriza adalah asosiasi antara jamur (mykes = miko = jamur), dengan akar

(rhiza = riza = akar) pohon tingkat tinggi. Hubungan antara jamur dan akar pohon

tersebut bersifat saling menguntungkan (mutualisme), yaitu jamur membantu

penyerapan unsur hara (terutama fosfor) dan air dari dalam tanah, sebaliknya pohon

inang menyediakan sumber karbon hasil fotosintesa untuk jamur (Harley, 1972).

Ektomikoriza merupakan bentuk khas hubungan jamur dari kelas Basidiomycetes

dan Ascomycetes, dengan pohon dari marga Dipterocarpaceae, Pinaceae (pinus),

Fagaceae (mempening), Casuarinaceae (cemara laut), dan beberapa jenis Myrtaceae

(ekaliptus) (Brundrett et al., 1996). Ektomikoriza dapat dikenali dengan mudah dari

akar pohon inang yang terinokulasi jamur, yaitu terbentuknya mantel jamur yang

menyelubungi akar, berwarna putih, kuning, coklat atau hitam.

 

Dikutip dari :

Brundrett, M., Bougher, N., Dell, B., Grove, dan N. Malajczuk. 1996. Working

with Mycorrhizas in Forestry and Agriculture. Australian Centre for

International Agricultural Research. Canberra, 374 hlm.

– Harley, J.L. 1972. The Biology of Mycorrhiza. Edisi ke-2. Leonard Hill-Books,

London, Inggris.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

Juni 19, 2008 at 1:27 pm Tinggalkan komentar

Mangga Kelapa, Pesona Tanaman Langka Asli Indonesia

Mangga ini beratnya dapat mencapai antara 0.8-2 kg (yang paling dominan 1 kg-an) per buah. Dinamakan mangga kelapa karena bentuk dan ukuran buahnya mirip Kelapa gading dan berwarna hijau. Daging buahnya tebal dan bijinya relatif kecil , teksturnya lunak tak berserat, dan kandungan airnya banyak. Rasanya manis dan segar. Dibanding varietas mangga yang lain, mangga kelapa ini cukup unik, panjang tangkai buahnya dapat mencapai 0,5 m dan setiap tangkai hanya digantungi satu buah (ini yang merupakan salah satu kelemahannya namun jangan keburu dicoret dari daftar koleksi karena mangga ini mampu berbuah sepanjang musim sepanjang dirawat dan dipupuk secara benar).  Mangga istimewa dan termasuk langka ini diyakini berasal dari Medan, Sumatera Utara.

 

Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian antara 0-300 m dpl. Namun demikian, tanaman ini juga masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1.300 m dpl.  Jenis tanah yang disukainya adalah tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6, dan dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm. Bagusnya sih dibuat tabulampot saja, karena tanaman ini bertajuk bagus dan tidak terlalu tinggi. Selain itu dengan tabulampot pemberian nutrisi bisa dikontrol dengan lebih baik (koleksi kami ditabulampot berasal dari stek, tanaman umur sekitar 1 tahun dengan tinggi sekitar 75cm sudah mulai belajar berbunga) Pupuk yang perlu diberikan sebaiknya adalah campuran 200 g urea, 500 g TSP, dan 150 g KCl per tanaman dengan ditambah sekitar 20kg pupuk kandang. Untuk tabulampot ukuran diameter pot 45cm koleksi kami, pada saat tanam kami berikan pupuk phonska 2 sendok makan dan pupuk kandang sekitar 20kg. sedangkan untuk perawatan 1 sendok makan phonska (atau disesuaikan dengan besarnya tanaman) sebulan sekali , pupuk NPK cair yang mengandung GA3 21% empat kali per-dua minggu, pada masa berbunga. Oh ya sedikit pesan klasik jangan segan untuk memangkas bila tinggi batang sudah mencapai 1m supaya lebih produktif.

 

Masa panen (honeymoon-nya penghobi buah) ialah sekitar 4-5 bulan (110-150 hari) sejak bunga mekar. Petiklah buah yang masak pohon, cirinya bagian pangkal buah telah membengkak rata dan warnanya mulai menguning. Kalau dipetik saat masih belum tua rasanya agak masam. Pemetikan harus hati-hati, tidak boleh jatuh, dan getahnya tidak boleh mengenai buah mangga tersebut. Umumnya, tanaman mangga berbunga pada bulan Juni-Agustus, jadi perkiraan masa panen adalah pada bulan September-Desember.

(disadur dari www.iptek.net.id , www.toptropicals.com , www.trulyjogja.com dan pengalaman pribadi)

 

 

 

Juni 19, 2008 at 10:52 am Tinggalkan komentar

Hormon Tumbuhan dan Pengatur Tumbuh

Hormon tumbuhan (phytohormones) secara fisiologi adalah penyampai pesan antar sel yang dibutuhkan untuk mengontrol seluruh daur hidup tumbuhan, diantaranya perkecambahan, perakaran, pertumbuhan, pembungaan dan pembuahan. Sebagai tambahan, hormon tumbuhan dihasilkan sebagai respon terhadap berbagai faktor lingkungan kelebihan nutrisi, kondisi kekeringan, cahaya, suhu dan stress baik secara kimia maupun fisik. Oleh karena itu ketersediaan hormon sangat dipengaruhi oleh musim dan lingkungan.

Pada umumnya dikenal lima kelompok hormon tumbuhan: auxins, cytokinins, gibberellins, abscisic acid and ethylene. Namun demikian menurut perkembangan riset terbaru ditemukan molekul aktif yang termasuk zat pengatur tumbuh dari golongan polyamines seperti putrescine or spermidine.

Auxins

Auxin adalah zat aktif dalam system perakaran. Senyawa ini membantu proses pembiakkan vegetatif. Pada satu sel auxins dapat mempengaruhi pemanjangan cell, pembelahan sel dan pembentukan akar. beberapa type auxins aktif dalam konsentrasi yang sangat rendah antara 0.01 to 10 mg/L.

Cytokinins

Cytokinins merangsang pembelahan sel, pertumbuhan tunas, dan mengaktifkan gen serta aktifitas metabolis secara umum.pada saat yang sama cytokinins menghambat pembentukan akar. oleh karenanya cytokinin sangat berguna pada proses kultur jaringan dimana dibutuhkan pertumbuhan yang cepat tanpa pembentukan perakaran. secara umum konsntrasi cytokinin yang digunakan antara 0.1 to 10 mg/L

Gibberellins

Gibberellin adalah turunan dari asam gibberelat. Merupakan hormon tumbuhan alami yang merangsang pembungaan, pemanjangan batang dan membuka benih yang masih dorman. Ada sekitar 100 jenis gibberellin, namun Gibberellic acid (GA3)-lah yang paling umum digunakan.

Abscisic acid

Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat pertumbuhan merupakan lawan dari gibberellins: hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dari perkecambahan dan menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alami tingginya konsentrasi asam abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkungan misalnya kekeringan.

Ethylene

Ethylene merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawa ini memaksa pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan  merangsang penuaan. Tanaman sering meningkatkan produksi ethylene sebagai respon terhadap stress dan sebelum mati. Konsentrasi Ethylene fluktuasi terhadap musim untuk mengatur kapan waktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah.

  Polyamines

Polyamines mempunyai peranan besar dalam proses genetis yang paling mendasar seperti sintesis DNA dan ekspresi genetika. Spermine dan spermidine berikatan dengan rantai phosphate dari asam nukleat. Interaksi ini kebanyakkan didasarkan pada interaksi ion elektrostatik antara muatan positif kelompok ammonium dari polyamine dan muatan negatif dari phosphat.

Polyamine adalah kunci dari migrasi sel, perkembangbiakan dan diferensiasi pada tanaman dan hewan. Level metabolis dari polyamine dan prekursor asam amino adalah sangat penting untuk dijaga, oleh karena itu biosynthesis dan degradasinya harus diatur secara ketat.

Polyamine mewakili kelompok hormon pertumbuhan tanaman, namun merekan juga memberikan efek pada kulit, pertumbuhan rambut, kesuburan, depot lemak, integritas pankreatis dan pertumbuhan regenerasi dalam mamalia. Sebagai tambahan, spermine merupakan senyawa penting yang banyak digunakan untuk mengendapkan DNA dalam biologi molekuler. Spermidine menstimulasi aktivitas dari T4 polynucleotida kinase and T7 RNA polymerase dan ini kemudian digunakan sebagai protokol dalam pemanfaatan enzim

(diterjemahkan bebas oleh Arief dari www.biosynth.com)

Juni 17, 2008 at 11:40 am 2 komentar

Pos-pos Lebih Baru


Blog Stats

  • 155,575 hits
November 2017
S S R K J S M
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kategori