Posts filed under ‘Uncategorized’

Belimbing Karangsari

Belimbing Karangsari berasal dari kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar dan merupakan salah satu produk unggulan pertanian di kabupaten tersebut. Keunggulan spesifik dari buah ini adalah buahnya yang besar (300-600 gr), jumlah biji lebih sedikit, rasa manis, segar dan tidak berserat. Selain itu aromanya yang harum, seharum nilai ekonomisnya bila dibudidayakan. Bayangkan, tanaman ini mampu berproduksi hingga 500 kg jika dipasaran (biasanya diambil langsung oleh tengkulak) harganya sekitar Rp. 5000/ kg dan bisa lebih mahal lagi bila kita mau berkorban dengan menambah packing yang bagus untuk dijual di swalayan.

Untuk budidaya sebaiknya siapkan bibit dari okulasi, untuk lubang tanam siapkan ukuran 50 x 50 cm dengan kedalaman 50-60 cm. Gunakan campuran media tanam 1 : 1 : 1 antara tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang dan tambahkan insektisida furadan untuk membasmi rayap, sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan.

Iklan

September 25, 2008 at 10:53 am Tinggalkan komentar

Menjaga Penampilan Tabulampot

Penampilan tabulampot, terletak pada postur tanaman yang pendek, bermahkota bagus, dan dipenuhi oleh tunas, bunga maupun buah Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeliharaan berupa pemupukan, pemangkasan dan pembentukan pohon. Caranya:   

1. Pakai rumusan “139″
Artinya, pelihara hanya 1 batang utama (pokok) pada ketinggian 60 – 100 cm, 3 cabang primer terpilih sepanjang 30 – 50 cm, dan 9 cabang sekunder terpilih sepanjang 30 – 50 cm. Lakukan pemangkasan pada musim penghujan. Setelah dipangkas, jangan lupa untuk menyelubungi bekas pangkasan dengan plastik sehingga akan segera muncul tunas baru.
2. Pengeringan sementara
Untuk merangsang pembungaan tabulampot, lakukan dengan teknik pengeringan media tanam. Caranya, biarkan media tanam dalam pot tidak disiram selama beberapa hari (tapi jangan sampai layu permanen). Setelah itu, siram sedikit demi sedikit, lalu keringkan lagi hingga tanaman tampak layu. Setelah itu, siram perlahan-lahan sampai cukup basah. Lakukan ini selama 4 – 6 minggu.
3. Pupuk lagi
Jika tetap tidak berbunga, tambahkan pupuk TSP dan juga pupuk KCl dengan dosis disesuaikan dengan besarnya tanaman (biasanya disetiap label kemasan tertera dosis yang dianjurkan)
4. Pakai saja ZPT
Untuk menjaga tanaman berbuah sepanjang tahun dan buah-buah tetap bagus, gunakan zat pengatur tumbuh (ZPT). Beberapa ZPT yang bisa dipakai antara lain Hobsanol, Atonik, Ethrel, dan Cultar, yang bisa Anda beli di toko/kios pertanian terdekat.


CARA BERTANAM
1. Penanaman Bibit 
Terlebih dahulu siapkan pot dengan ukuran yang sesuai, 1/3 pot bagian dasar diisi dengan daun-daun kering (sekam atau bisa juga pecahan batu bata) hal ini untuk menciptakan sistem drainase yang baik bagi tabulampot anda. Kemudian lapisi tipis bagian atas daun kering tadi dengan media tanam (dengan komposisi campuran media yang disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam). Keluarkan bibit dari polybag bersama tanahnya. Jika bibit memiliki cabang, ranting, daun, dan akar berlebihan, sebaiknya kurangi atau pangkas. Bibit ditanam dalam posisi tegak, lalu timbun dengan media tanam yang sudah disiapkan tadi. Padatkan media tanam di sekitar pangkal bibit, lalu siram hingga cukup basah (air keluar dari dasar pot).
2. Pilih tempat aman
Langkah berikutnya, letakkan tabulampot pada tempat yang pas. Biasanya untuk bibit Kelengkeng dataran rendah, apel india, mangga dan buah ajaib tempat itu harus terbuka, terkena sinar matahari pada pagi hari hingga pukul 11, aman dari segala gangguan, dan lingkungan sekitarnya mendukung. Dengan demikian, tabulampot bisa tumbuh subur dan produktif.
3. Bila lebih dari satu pot.
Jika memiliki lebih dari satu tabulampot , letakkan berjajar dan teratur. Tetapi bisa juga tidak berjajar, karena harus disesuaikan dengan kondisi setempat.  Asal masih kebagian sinar matahari                                          
4. Rajin menyiram.
Jangan lupa rajin menyiram tabulampot Anda. Selain dengan selang plastik, ada cara lain dengan sistem tali sumbu dan sistem irigasi tetes sederhana.
5. Tetap diberi pupuk susulan.
Meski media tanam yang digunakan sudah mengandung pupuk, namun sebaiknya tetap dilanjutkan dengan pemupukan susulan. Sebulan setelah tanam, lakukan pemupukan dengan Urea, TSP, dan KCL (2:2:1), 1-2 sendok makan per pohon (bisa juga diganti dengan NPK). Benamkan campuran pupuk di sekeliling pot sedalam 10 cm. Dan sitiap tiga bulan sekali ganti 1/3 media bagian atas dengan yang baru (pupuk kandang)
Jika tabulampot mulai berbunga, beri pupuk KCl sebanyak 1 sendok makan per pohon. Jangan lupa, terlebih dulu larutkan pupuk dalam 10 liter air, kemudian siramkan pada media hingga cukup basah.

Referensi : www.tabloidnova.com/articles.asp?id=2701 di tambah pengalaman pribadi

 

 

 

Juli 1, 2008 at 4:27 pm Tinggalkan komentar

Daftar Istilah dalam Budidaya Tanaman

Ajir

batang yang berfungsi sebagai penyangga/tempat bersandar/merambat tanaman atau bisa juga berfungsi sebagai penanda, misalnya: batas petak, baris tanaman

 

Aklimatisasi

tahap perlakuan penyesuaian lingkungan tumbuh tanaman setelah dari persemaian ke tempat pembesaran

 

Bare-root

salah satu metode yang digunakan dalam memudahkan transportasi tanaman yang dilakukan dengan membiarkan akar tanpa media

Bedengan

tanah yang ditinggikan dari sekitarnya untuk tempat tumbuh tanaman

Bibit

semua bagian tanaman yang digunakan untuk perbanyakan/ perkembangbiakan

Coring

metode dalam budidaya rumput yang digunakan untuk memperbaiki aerasi hamparan rumput dengan melubangi hamparan dengan mata pisau berbentuk batang berlubang atau sendok

Dormansi

tahap dimana benih/bibit/bahan perbanyakan berhenti tumbuh karena lingkungan tumbuh yang tidak sesuai

Dosis

takaran pupuk atau pestisida yang diberikan seluruhnya per satuan luas lahan

Drainase

sistem pembuangan air tanah atau air permukaan baik melalui cara alami maupun buatan

Grading

kegiatan memodifikasi permukaan tanah dengan mengurangi dan atau mengisi permukaan tanah asli

Gulma

tumbuhan pengganggu tanaman utama atau tumbuhan yang bernilai negatif atau tidak dikehendaki kehadirannya.

HPT

Hama dan Penyakit Tumbuhan

Hydroseeding

metode penanaman rumput dengan cara menyemprotkan campuran benih rumput dan air dengan nozzle pada lahan persemaian. Campuran tersebut bisa ditambah pula dengan pupuk dan mulsa

Kompot (Compot)

Pot/wadah tanaman yang berisi lebih dari dua individu tanaman(Community pot)

Naungan

atap, penutup bidang atas tanaman untuk mengurangi atau menutup sama sekali dari pencahayaan

OPT

Organisme Pengganggu Tanaman

Pendangiran

kegiatan menggemburkan tanah sekaligus mengendalikan gulma

Pestisida

sebutan umum untuk bahan kimia pengendali organisme pengganggu tanaman

Planter box

wadah tanaman massal

Rootballing

salah satu metode yang digunakan dalam memudahkan transportasi tanaman yang dilakukan dengan membungkus bola akar beserta media tumbuhnya

Steger

struktur penyangga tanaman (biasanya untuk jenis pohon)

Stek

bagian vegetatif dari batang tanaman yang akan berakar untuk membentuk tanaman baru

Tanah (soil)

tubuh alam yang berasal dari hancuran batuan dan bahan organik

Training

Tindakan pengaturan tumbuh tanaman agar sesuai yang diinginkan

Topdressing

tindakan menebarkan campuran tanah secara tipis dan merata ke permukaan hamparan rumput untuk mendapatkan hamparan yang halus dan rata dengan mengisi ruang antar stolon, memperbaiki dekomposisi dan menimbun stolon atau tunas dalam tindakan perbanyakan vegetatif

ZPT

Zat Pengatur Tumbuh

 

Juni 26, 2008 at 3:47 pm Tinggalkan komentar


Blog Stats

  • 154,564 hits
September 2017
S S R K J S M
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kategori