Belimbing Karangsari

Belimbing Karangsari berasal dari kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar dan merupakan salah satu produk unggulan pertanian di kabupaten tersebut. Keunggulan spesifik dari buah ini adalah buahnya yang besar (300-600 gr), jumlah biji lebih sedikit, rasa manis, segar dan tidak berserat. Selain itu aromanya yang harum, seharum nilai ekonomisnya bila dibudidayakan. Bayangkan, tanaman ini mampu berproduksi hingga 500 kg jika dipasaran (biasanya diambil langsung oleh tengkulak) harganya sekitar Rp. 5000/ kg dan bisa lebih mahal lagi bila kita mau berkorban dengan menambah packing yang bagus untuk dijual di swalayan.

Untuk budidaya sebaiknya siapkan bibit dari okulasi, untuk lubang tanam siapkan ukuran 50 x 50 cm dengan kedalaman 50-60 cm. Gunakan campuran media tanam 1 : 1 : 1 antara tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang dan tambahkan insektisida furadan untuk membasmi rayap, sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan.

September 25, 2008 at 10:53 am Tinggalkan komentar

Menjaga Penampilan Tabulampot

Penampilan tabulampot, terletak pada postur tanaman yang pendek, bermahkota bagus, dan dipenuhi oleh tunas, bunga maupun buah Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeliharaan berupa pemupukan, pemangkasan dan pembentukan pohon. Caranya:   

1. Pakai rumusan “139″
Artinya, pelihara hanya 1 batang utama (pokok) pada ketinggian 60 – 100 cm, 3 cabang primer terpilih sepanjang 30 – 50 cm, dan 9 cabang sekunder terpilih sepanjang 30 – 50 cm. Lakukan pemangkasan pada musim penghujan. Setelah dipangkas, jangan lupa untuk menyelubungi bekas pangkasan dengan plastik sehingga akan segera muncul tunas baru.
2. Pengeringan sementara
Untuk merangsang pembungaan tabulampot, lakukan dengan teknik pengeringan media tanam. Caranya, biarkan media tanam dalam pot tidak disiram selama beberapa hari (tapi jangan sampai layu permanen). Setelah itu, siram sedikit demi sedikit, lalu keringkan lagi hingga tanaman tampak layu. Setelah itu, siram perlahan-lahan sampai cukup basah. Lakukan ini selama 4 – 6 minggu.
3. Pupuk lagi
Jika tetap tidak berbunga, tambahkan pupuk TSP dan juga pupuk KCl dengan dosis disesuaikan dengan besarnya tanaman (biasanya disetiap label kemasan tertera dosis yang dianjurkan)
4. Pakai saja ZPT
Untuk menjaga tanaman berbuah sepanjang tahun dan buah-buah tetap bagus, gunakan zat pengatur tumbuh (ZPT). Beberapa ZPT yang bisa dipakai antara lain Hobsanol, Atonik, Ethrel, dan Cultar, yang bisa Anda beli di toko/kios pertanian terdekat.


CARA BERTANAM
1. Penanaman Bibit 
Terlebih dahulu siapkan pot dengan ukuran yang sesuai, 1/3 pot bagian dasar diisi dengan daun-daun kering (sekam atau bisa juga pecahan batu bata) hal ini untuk menciptakan sistem drainase yang baik bagi tabulampot anda. Kemudian lapisi tipis bagian atas daun kering tadi dengan media tanam (dengan komposisi campuran media yang disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam). Keluarkan bibit dari polybag bersama tanahnya. Jika bibit memiliki cabang, ranting, daun, dan akar berlebihan, sebaiknya kurangi atau pangkas. Bibit ditanam dalam posisi tegak, lalu timbun dengan media tanam yang sudah disiapkan tadi. Padatkan media tanam di sekitar pangkal bibit, lalu siram hingga cukup basah (air keluar dari dasar pot).
2. Pilih tempat aman
Langkah berikutnya, letakkan tabulampot pada tempat yang pas. Biasanya untuk bibit Kelengkeng dataran rendah, apel india, mangga dan buah ajaib tempat itu harus terbuka, terkena sinar matahari pada pagi hari hingga pukul 11, aman dari segala gangguan, dan lingkungan sekitarnya mendukung. Dengan demikian, tabulampot bisa tumbuh subur dan produktif.
3. Bila lebih dari satu pot.
Jika memiliki lebih dari satu tabulampot , letakkan berjajar dan teratur. Tetapi bisa juga tidak berjajar, karena harus disesuaikan dengan kondisi setempat.  Asal masih kebagian sinar matahari                                          
4. Rajin menyiram.
Jangan lupa rajin menyiram tabulampot Anda. Selain dengan selang plastik, ada cara lain dengan sistem tali sumbu dan sistem irigasi tetes sederhana.
5. Tetap diberi pupuk susulan.
Meski media tanam yang digunakan sudah mengandung pupuk, namun sebaiknya tetap dilanjutkan dengan pemupukan susulan. Sebulan setelah tanam, lakukan pemupukan dengan Urea, TSP, dan KCL (2:2:1), 1-2 sendok makan per pohon (bisa juga diganti dengan NPK). Benamkan campuran pupuk di sekeliling pot sedalam 10 cm. Dan sitiap tiga bulan sekali ganti 1/3 media bagian atas dengan yang baru (pupuk kandang)
Jika tabulampot mulai berbunga, beri pupuk KCl sebanyak 1 sendok makan per pohon. Jangan lupa, terlebih dulu larutkan pupuk dalam 10 liter air, kemudian siramkan pada media hingga cukup basah.

Referensi : www.tabloidnova.com/articles.asp?id=2701 di tambah pengalaman pribadi

 

 

 

Juli 1, 2008 at 4:27 pm Tinggalkan komentar

Budidaya Kelengkeng Pingpong

Buah kelengkeng yang satu ini punya ukuran istimewa yaitu sebesar bola pingpong. Kelengkeng varietas pingpong berasal dari Vietnam didaerah sekitar delta sungai Mekong dan Vietnam bagian tenggara dikenal dengan nama Xuongcomvang. Seperti saudaranya kelengkeng jenis Diamond river, Kelengkeng pingpong ini merupakan tanaman asli daerah tropis. Hal inilah yang membedakan dengan Itoh (E-daw) yang merupakan tanaman subtropis.

kelengkeng pingpong sangat mudah untuk dibudidayakan ataupun untuk keperluan tabulampot (tanaman buah dalam pot) sebagai penghias halaman rumah. Sangat cocok ditanam daerah panas pada lahan yang sempit sekalipun asalkan berada ditempat terbuka (mendapat sinar matahari langsung). Selain buahnya yang besar, rasanya yang manis, aromanya juga lebih wangi daripada kelengkeng lokal ataupun kelengkeng yang sering kita jumpai di supermarket yang sering kita sebut kelengkeng bangkok. Keunggulan lain dari kelengkeng jenis ini adalah ia bisa panen (panen besar) tiga kali dalam setahun, sedangkan sub-pembuahan bisa terjadi sepanjang tahun asalkan nutrisi untuk tanaman ini cukup. Jadi selama setahun penuh dapat menikmati buah kelengkeng pingpong. Selain itu tanaman ini nyaris tanpa hama, pengalaman saya musuh utama pada saat pertumbuhan adalah belalang sedangkan pada saat berbuah adalah kalong (kelelawar).

Cara Tanam dan Pemeliharaan

Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m sedang untuk bibit yang kecil siapkan lubang ukuran 0,5m x 0,5m x 0,5m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang (sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi). Sebaiknya campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, untuk kemudian digunakan untuk menanam (hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar).

Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang. Apabila perawatannya baik (sering dipupuk, disiram dan didangir) biasanya tanaman dari stek akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan.

Sekedar mengingatkan sebaiknya penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka.

 

Juni 27, 2008 at 1:34 pm Tinggalkan komentar

Buah Tin

Kerajaan:

Plantae

Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Magnoliopsida

Ordo:

Rosales

Famili:

Moraceae

Genus:

Ficus

Subgenus:

Ficus

Spesies:

F. carica

 

 

 

Tin (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama ini diambil dari bahasa Arab, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig.

Tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Sekarang dibudidayakan pula di Australia, Cile, Argentina, serta Amerika Serikat. Di dunia terdapat sekitar 50 varietas buah tin

Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping.

Bunga tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya.

Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit.

Pemanfaatan

Buah tin dapat dimakan segar, dikeringkan, atau dibuat selai. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama (mudah rusak). Di Bengali buah tin diolah sebagai sayuran

Budidaya

Harus ditanam ditempat terbuka, tanaman ini sangat suka air, beri pupuk N total 250-500 gr/ tahun yang dibagi dalam 3x atau 4x aplikasi terutama bila dipotkan atau ditanam di pasir

 

Juni 27, 2008 at 10:58 am Tinggalkan komentar

Daftar Istilah dalam Budidaya Tanaman

Ajir

batang yang berfungsi sebagai penyangga/tempat bersandar/merambat tanaman atau bisa juga berfungsi sebagai penanda, misalnya: batas petak, baris tanaman

 

Aklimatisasi

tahap perlakuan penyesuaian lingkungan tumbuh tanaman setelah dari persemaian ke tempat pembesaran

 

Bare-root

salah satu metode yang digunakan dalam memudahkan transportasi tanaman yang dilakukan dengan membiarkan akar tanpa media

Bedengan

tanah yang ditinggikan dari sekitarnya untuk tempat tumbuh tanaman

Bibit

semua bagian tanaman yang digunakan untuk perbanyakan/ perkembangbiakan

Coring

metode dalam budidaya rumput yang digunakan untuk memperbaiki aerasi hamparan rumput dengan melubangi hamparan dengan mata pisau berbentuk batang berlubang atau sendok

Dormansi

tahap dimana benih/bibit/bahan perbanyakan berhenti tumbuh karena lingkungan tumbuh yang tidak sesuai

Dosis

takaran pupuk atau pestisida yang diberikan seluruhnya per satuan luas lahan

Drainase

sistem pembuangan air tanah atau air permukaan baik melalui cara alami maupun buatan

Grading

kegiatan memodifikasi permukaan tanah dengan mengurangi dan atau mengisi permukaan tanah asli

Gulma

tumbuhan pengganggu tanaman utama atau tumbuhan yang bernilai negatif atau tidak dikehendaki kehadirannya.

HPT

Hama dan Penyakit Tumbuhan

Hydroseeding

metode penanaman rumput dengan cara menyemprotkan campuran benih rumput dan air dengan nozzle pada lahan persemaian. Campuran tersebut bisa ditambah pula dengan pupuk dan mulsa

Kompot (Compot)

Pot/wadah tanaman yang berisi lebih dari dua individu tanaman(Community pot)

Naungan

atap, penutup bidang atas tanaman untuk mengurangi atau menutup sama sekali dari pencahayaan

OPT

Organisme Pengganggu Tanaman

Pendangiran

kegiatan menggemburkan tanah sekaligus mengendalikan gulma

Pestisida

sebutan umum untuk bahan kimia pengendali organisme pengganggu tanaman

Planter box

wadah tanaman massal

Rootballing

salah satu metode yang digunakan dalam memudahkan transportasi tanaman yang dilakukan dengan membungkus bola akar beserta media tumbuhnya

Steger

struktur penyangga tanaman (biasanya untuk jenis pohon)

Stek

bagian vegetatif dari batang tanaman yang akan berakar untuk membentuk tanaman baru

Tanah (soil)

tubuh alam yang berasal dari hancuran batuan dan bahan organik

Training

Tindakan pengaturan tumbuh tanaman agar sesuai yang diinginkan

Topdressing

tindakan menebarkan campuran tanah secara tipis dan merata ke permukaan hamparan rumput untuk mendapatkan hamparan yang halus dan rata dengan mengisi ruang antar stolon, memperbaiki dekomposisi dan menimbun stolon atau tunas dalam tindakan perbanyakan vegetatif

ZPT

Zat Pengatur Tumbuh

 

Juni 26, 2008 at 3:47 pm Tinggalkan komentar

Phutsa – Apel India

Phutsa atau sering disebut Apel India merupakan tanaman yang bandel dalam legenda India digambarkan sebagai tanaman yang di anugerahi kekuatan bertahan hidup, jadi seburuk apapun ia terpotong atau walaupun hanya punya satu akar tanaman ini mampu hidup dengan baik.

Eddy Soesanto, pemilik nurseri Tebu Wulung. Alumni ASRI Yogyakarta itu mengaku tidak memperlakukan khusus pada tanaman putsanya. ‘Saya heran ketika ditanya mengapa putsa tidak berbuah. Karena setahu saya tanaman putsa itu bandel,’ katanya. Rontoknya bunga mungkin disebabkan oleh hujan atau angin. Namun, hal itu sangat jarang terjadi. Putsa miliknya kebanyakan ditanam dalam tabulampot ukuran 24 liter dan diletakkan di halaman tanpa naungan. ‘Lebih baik ditempatkan di luar naungan karena tanaman putsa membutuhkan sinar matahari penuh,’ tambahnya.

 Kunci agar Phutsa mau berbuah adalah cahaya cukup, penjarangan daun dan buah, pemupukan tepat serta lingkungan kering

Tanaman ini senang hidup dilingkungan kering, oleh karenanya siapkan media yang porous saat menanamnya. Pakai campuran sekam bakar, sekam mentah, tanah merah, dan pupuk kandang sapi. Komposisinya 1:1:1:1. Supaya putsa tumbuh baik, ganti media setahun sekali. Jangan lupa saat memindahkan putsa ke pot lebih besar taruh sekam bakar atau sekam mentah di permukaan bawah media. Itu untuk menjaga agar air mengalir lancar, tapi tanah dan pupuk tidak terbawa. Meski suka lingkungan kering untuk pembuahan dibutuhkan cukup air. Lakukan penyiraman 2 kali sehari, pagi dan sore. Memasuki masa generatif lakukan stresing air bila ingin mendapatkan bunga serempak. Caranya, hentikan sementara penyiraman. Pada hari ke-5 perlakuan, putsa disiram kembali. Saat itu kondisi daun menguning, tapi beberapa hari kemudian kembali hijau diiringi munculnya calon buah

Pemangkasan

Menurutnya putsa adalah tanaman yang mudah tumbuh, berbunga, dan berbuah, tidak tergantung musim. ‘Bahkan kita bisa mengatur kapan putsa ingin kita buahkan,’ tambah pria asal Jepara itu. Untuk membungakan, lakukan pemangkasan terlebih dahulu. Seminggu sebelum pemangkasan, tanaman diberi pupuk NPK seimbang, 16:16:16. Atau, dapat juga menggunakan pupuk Urea, TSP, dan KCl untuk mengganti pupuk NPK yang harganya lebih mahal.

Satu bulan kemudian tanaman mulai berbunga dan berbuah seukuran bola bekel setelah 3 bulan sejak pemangkasan. Untuk mendapatkan buah yang lebih besar, sebaiknya sisakan 2 buah saja di setiap ranting dan dibungkus plastik atau jaring halus supaya tidak diserang lalat buah, selain itu jangan lupa untuk memetik 2-3 helai daun disekitar buah sehingga nutrisi yang terdistribusi dapat terkonsentrasi untuk pembesaran buah. ‘Kualitas buah pasti lebih baik: ukuran besar, kulit mulus, dan manis saat dicicipi,’ tutur Eddy.

Dari kasus-kasus putsa yang tidak berbuah, Eddy menyimpulkan biasanya karena tanaman sudah dewasa atau tua, dan jarang dipangkas.  Pemangkasan ini penting, karena merangsang tunas dan bunga baru, serta menjaga pertumbuhan agar tidak ngelancir terus ke atas.

Pemangkasan dapat dilakukan untuk dua tujuan. Yang pertama untuk kepentingan artistik dengan tujuan mengisi cabang yang kosong serta menyeimbangkan bentuk tanaman, dan kedua untuk menumbuhkan bunga serta membuahkan. Untuk tujuan yang kedua ini, pemangkasan dapat dilakukan menyeluruh pada semua cabang tanaman.

Waspadai hama!

Penyiraman yang cukup ini juga salah satu hal penting yang sering dilupakan oleh pemilik tanaman putsa, sehingga bunga Ziziphus zizyphus itu rontok. Selain penyiraman, sebaiknya tanaman putsa dipupuk 1 bulan sekali dengan dosis NPK sekitar 1 sendok makan atau 25 gram (untuk tanaman umur setahun setelah okulasi). Tanaman yang lebih besar, dosis ditingkatkan menjadi 2-3 kali lipat. Lebih baik, pemupukan dilakukan sesering mungkin, misal dua minggu sekali dengan dosis setengahnya.

Setelah berbunga dan menjadi buah, hama yang diwaspadai adalah lalat buah Bactrocera sp. yang menyebabkan buah busuk dan rontok. Untuk mencegahnya, ketika buah seukuran kelereng segera dibungkus dengan plastik yang dilubangi atau pembungkus lain.

Selain lalat buah, hama yang biasa menyerang putsa adalah kutu putih dan penggerek batang. Untuk kutu putih, lakukan penyemprotan dengan pestisida, deterjen, dan perekat. Dengan deterjen, sarang kutu putih dapat membuka, sehingga pestisida dapat mengenai tubuh serangga. Namun, apabila serangan sudah parah, lebih baik daun-daun yang sudah terkena dipotong dan dimusnahkan. Hama penggerek batang dimatikan dengan cara menyumpalkan kapas yang dililitkan di ujung lidi dan dicelup pestisida ke dalam lubang masuknya.

Referensi : www.trubus-online.co.id, www.toptropicals.com , www.iptek.net.id

Juni 26, 2008 at 3:21 pm Tinggalkan komentar

Anggur Batang – Jaboticaba

Nama/ Sebutan: Jaboticaba, Jabuticaba, Guaperu, Guapuru, Hivapuru, Sabara, Ybapuru, Anggur Brazil, Anggur Batang

Spesies: Myrciaria cauliflora Berg., M. jaboticaba Berg., M. tenella Berg., M. trunciflora Berg.

Spesies Kerabat : Guavaberry, Rumberry (Myrciaria floribunda), Yellow Jaboticaba (M. glomerata), Camu-camu (M. paraensis). Anggur biru (M. vexator).

 

Deskripsi

Pohon jaboticaba mempunyai banyak cabang, Sepintas penampilan jaboticaba mirip anggur hitam. Bentuk, warna, dan tekstur dagingnya memang mirip. Buah matang berkulit ungu pekat kehitam-hitaman dengan kulit tipis tapi kencang. Buah muda berwarna hijau. Kulit tipis yang membungkus daging putih bening itu terasa lembut jika dikulum. Karena sifat kulitnya kencang, di Brazil-daerah asal-kulit yang dikeringkan digunakan sebagai obat diare, asma, atau radang. Makanya sebutan anggur brazil pun disematkan.

Dalam satu buah ada 1-5 biji kecil. Di tanahair, penampilan buahnya saru dengan kupa Syzygium polycephalum. Gowok-sebutan kupa di Jawa-memang memiliki warna, bentuk, dan ukuran yang mirip dengan jaboticaba. Namun, keduanya spesies dari genus yang berbeda.

Citarasa buah anggota famili Myrtaceae itu berubah seiring pertambahan umur buah. Sembilan hari terakhir menjelang matang-buah matang dalam 20-30 hari pascamuncul bunga-perubahan itu terjadi. Hari pertama, rasanya seperti jambu biji; kedua, manggis; ketiga, leci; keempat, markisa; kelima, srikaya; keenam sampai delapan, anggur. Hari kesembilan saat buah matang sempurna, sensasi rasanya paling enak: manis dan aromanya harum,’ tutur Pan Liang Hwa pemilik kebun seluas 4,3 ha di Chou Zhou, Ping Tung, Taiwan.

 Cauliflori

Dari informasi yang terkumpul, jaboticaba jadi sebutan untuk beberapa spesies berbeda yang punya sifat mirip: berbunga majemuk dan muncul di batang, bukan ujung cabang-istilah cauliflori. Meski demikian menurut penamaan terbaru Kew Botanic Garden-salah satu kebun raya tertua di dunia-spesies Plinia cauliflora-lah yang disebut jaboticaba. Nama itu bersinonim dengan Myrciaria jaboticaba, Eugenia jaboticaba dan Plinia jaboticaba.

Namun ada pendapat juga yang mengatakan ada 2 jenis tanaman yang dikenal sebagai jaboticaba. Yaitu Myrciaria jaboticaba dan Myrciaria cauliflora. Myrciaria jaboticaba ukuran buahnya lebih kecil berdiameter sekitar 1-2 cm, tangkai buah berwarna gelap. Sedangkan Myrciaria cauliflora buahnya lebih besar, tangkai pendek sehingga buah hampir melekat pada batang.

‘Sebenarnya ini satu spesies, hanya berbeda bentuk buah,’ tutur Greg. Myrciaria cauliflora ada yang berukuran besar dengan rasa manis, disebut jaboticaba assu paulista. Ada pula yang berukuran lebih kecil dengan kadar asam lebih tinggi dan biasa digunakan sebagai bahan jelly disebut jaboticaba ponhema.

Lain lagi dengan Myrciaria jaboticaba, buah dengan kulit agak keras sehingga tak banyak dibudidayakan itu disebut jaboticaba cuscuda. Sedangkan jaboticaba pingo de mel memiliki ukuran kecil dengan diameter 1- 1,5 cm dan rasanya mirip mountain apple Syzygium malaccense yang tak terlalu manis.

Syarat Tumbuh

Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian antara 0-1000 m di atas permukaan laut. Membutuhkan sinar matahari langsung atau daerah yang agak ternaungi. Tumbuhan ini dapat tumbuh dan bebuah dengan baik pada jenis tanah yang tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6,5. Tanaman ini toleran terhadap angin tapi tidak tehadap udara asin laut.

Pedoman Budidaya

Berbiji polyembryonic, menghasilkan tanaman baru dekat dengan tanaman induk. Biji akan tumbuh menjadi tunas baru setelah 1 bulan. Media pot yang disarankan adalah 2 bagian peat, 2 bagian pasir kasar dan 1 bagian kompos. Saat penanaman jaboticaba, akar paling atas sebaiknya 2-3 inchi diatas tanah untuk memperbaiki system drainase. Jaboticaba dapat juga diperbanyak secara stek. Jaboticaba stek akan berbuah dalam waktu 3 tahun sedangkan dari biji baru bisa berbuah setelah 8-15 tahun.

Juni 25, 2008 at 12:01 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Blog Stats

  • 134,344 hits

Tulisan Teratas

Pos-pos Terakhir

Oktober 2014
S S R K J S M
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kategori


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.